Rabu, 21 Oktober 2015
Pemberontakan PKI Madiun 1948
Pemberontakan PKI G.30.S

Kafilah Haji Dunia Abad ke 13
Perjalanan dilakukan berkelompok, kala itu, jumlah jamaah haji sudah bisa mencapai puluhan ribu orang. Ketika itu, ada pemimpin pasukan yang bertugas menjaga keselamat an dan mengorganisir jamaah haji. Pemimpin pasukan itu dinamai Umara' al-Hajj yang bertugas tidak hanya melindungi jamaah, tapi juga harta dan suplai selama perjalanan.
Sejarah Perhajian di Nusantara
Di
dalam naskah Carita Parahiyangan dikisahkan bahwa ; pemeluk agama
Islam yang pertama kali di tanah Sunda adalah Bratalegawa putra kedua
Prabu Guru Pangandiparamarta Jayadewabrata atau Sang Bunisora penguasa
kerajaan Galuh (1357-1371). Ia menjadi raja menggantikan abangnya, Prabu
Maharaja (1350-1357) yang gugur dalam perang Bubat yaitu peperangan
antara Pajajaran dengan Majapahit. Bratalegawa memilih hidupnya sebagai
seorang saudagar, ia sering melakukan pelayaran ke Sumatra, Cina, India,
Srilanka, Iran, sampai ke negeri Arab. Ia menikah dengan seorang
muslimah dari Gujarat bernama Farhana binti Muhammad. Melalui pernikahan
ini, Bratalegawa memeluk Islam.
Tekanan Belanda Atas Naik Haji

Asal Gelar HAJI di Indonesia
PENGHARGAAN YANG DIBERIKAN BAGI MEREKA YANG MEMPERTARUHKAN JIWA dan RAGA UNTUK MELAKSA- NAKAN RUKUN HAJI di MEKAH ;
Di perjalanan, para musafir berhadapan dengan bermacam-macam bahaya.
Musafir yang sampai ke tanah Arab pun belum aman. Pada masa awal
perjalanan haji, tidak mengherankan apabila calon jemaah dilepas
kepergiannya dengan derai air mata; karena khawatir mereka tidak akan
kembali lagi.Karena beratnya menunaikan ibadah haji, mudah dimengerti
bila kaum muslimin yang telah berhasil menjalankan rukun Islam kelima
ini kemudian mendapatkan kedudukan tersendiri dan begitu terhormat dalam
masyarakat sekembalinya ke negeri asalnya.
Selasa, 13 Oktober 2015
Per-Haji-an Sejak 1880
Percaya gak ; ada yang baru daftar naik haji udah nyetak kartu nama dengan membubuhkan huruf H segede gajah di depan namanya. Begitu prestisius dan skaral-nya gelar HAJI bagi (sebagian besar) bangsa kita. Bahkan di beberapa daerah, gelar HAJI menjadi legiti masi untuk ber-ISTRI lebih dari SATU. Dan yang lebih menyedihkan (ma’af) tidak sedikit mereka yang dengan bangga mencantumkan dan memperkenalkan diri dengan sebutan HAJI tapi kelakuannya NOL GEDE
Langganan:
Postingan (Atom)