Kamis, 05 November 2015

Selamat Jalan Pak Raden

Drs Suyadi atau lebih dikenal dengan nama Pak Raden, meninggal dunia dalam usia 82 tahun di Rumah Sakit Pelni, Petamburan,  Jakarta Barat, hari Jumat (30/10/2015), pukul 22.20 WIB. Sebelum menghembuskan napas terakhir nya, kondisi kesehatan Pak Raden sempat menurun drastis sejak siang. Pria yang dikenal dengan blangkon dan kumis lebatnya itu mengalami infeksi pada paru kanan. Legenda tokoh antagonis dalam serial boneka Si Unyil selalu lekat dengan suara berat yang khas, kumis tebal, dan berkostum beskap Jawa. Meski serial Si Unyil telah tamat, tapi Pak Raden tetap melegenda hingga sekarang. Khususnya bagi mereka yang pernah menikmati serial Si Unyil yang rutin ditayangkan tiap Minggu pagi. Padahal, keseharian pria jebolan Seni Rupa ITB ini tak sekadar mengisi suara tokoh Pak Raden saja. Dia juga jago gambar. Bahkan mantan staf pengajar Seni Rupa ITB ini sempat merilis buku yang berisi coretan sketsanya saat menempuh pendidikan di Paris, Perancis. Sayang, di hari tuanya Pak Raden harus berjuang mengatasi kondisi ekonominya. Dia sempat memperjuangkan hak cipta Si Unyil yang dikuasai PFN (Pusat Film Negara). Perjuangannya mentok. Bahkan, untuk biaya berobat atas sakit yang dideritanya, Suyadi sempat sempat menawarkan lukisannya kepada Presiden Joko Widodo yang kala itu masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. "Kalau lukisan ini laku, saya gunakan untuk berobat kaki saya," kata Pak Raden. Pemakaman almarhum Suryadi di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10)

Minggu, 25 Oktober 2015

Adnan Bachrum "Buyung" Nasution

SI ABANG, ADVOKAT LOKOMOTIF DEMOKRASI  ; Pengacara senior, Adnan Buyung Nasution (81), meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2015) sekitar pukul 10.15 WIB.

Rabu, 21 Oktober 2015

Kisah Terbunuhnya MUSO

Alih-alih mereorganisasi perlawanan , kekuatan komunis yang dipimpin oleh Musso itu malah kocar-kacir. Untuk menghindari pengejaran tentara pemerintah, Musso sendiri memutuskan menghilang. Dan untuk beberapa minggu upayanya itu berhasil: tentara pemerintah tak bisa mengendus keberadaan agen komunis internasional tersebut. Hingga tibalah pada 31 Oktober 1948. Para petugas keamanan Desa Balong mencurigai seorang lelaki priyayi dalam penampilan sederhana tengah berjalan seorang diri. 

Santai Prajurit Tempo Doeloe

Perajurit juga manusia dan perlu juga waktu bersantai disaat tidak bertugas

Add caption
Orang-orang bumiputera yang tempat tinggalnya dekat tangsi militer tentara Belanda tak memiliki pilihan lain untuk menyalurkan hajatnya. Mereka mencuci baju, mandi, dan buang hajat "terpaksa" berbagi dengan para serdadu Belanda. Bahkan menurut Johan van Duppre (mantan serdadu Belanda), perempuan-perempuan kampung sekitar tangsi bahkan ada yang menjadi penjual jasa mencuci baju bagi para tentara Belanda.
(SUMBER ; koleksi foto Flip Peeters (MANTAN PRAJURIT BELANDA di Indonesia pada 1946-1949 Lokasi dan waktu un-known)..
Di sela-sela waktu libur patroli, sekelompok tentara Belanda totok tengah mencari sesuatu di pematang sawah.
(sumber ; Flip, mantan serdadu Belanda yang dikirim ke Jawa pada 1946-1949. Waktu dan Lokasi Un-Known)







MARINIR BELANDA USAI MENYERANG LUMAJANG.
Marinir Belanda dikenal sebagai pasukan yang "agak patuh" pada etika perang yang diatur dalam Konvensi Jenewa. Selain kerap memperlakukan gerilya-gerilya Republik yang tertawan secara baik-baik (bahkan mengobati musuh yang terluka), mereka pun dikenal "santun" memperlakukan sesuatu yang dihormati musuhnya.
Pada foto ini, Memperlihatkan sekelompok marinir Belanda yang tengah santai-santai dengan makan pisang dan buah kelapa di sebuah hotel yang tadinya dididuki oleh para gerilyawan republik. Perhatikan simbol-simbol republik seperti foto Presiden Sukarno, bendera merah putih dan pamplet perlawanan bergambar prajurit republik dengan tulisan "merdeka", yang ada di belakang mereka. Tak satu pun mereka berusaha merusak dan menghancurkannya.
Seorang mantan pejuang Surabaya pernah menyatakan bahwa para marinir Belanda ini ketika menguburkan jenazah seorang gerilyawan dengan upacara militer lengkap dengan penembakan salvo sebagai penghormatan terhadap musuh yang pemberani.
Sekelompok prajurit Siliwangi tengah istirahat dan bersantai usai berhadapan dengan gerilyawan-gerilyawan Republik Maluku Selatan (RMS). Ada sekitar 3000 prajurit Siliwangi yang bergabung dalam Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) dalam operasi di Maluku Selatan tersebut. Mereka terdiri dari Batalion 3 Mei, Batalion Lucas dan Batalion AW3. Menurut Komandan Operasi Penumpasan RMS, Kolonel Kawilarang, kendati hanya menghadapi sebuah pemberontakan namun perjuangan berat harus dilakukan oleh para prajurit APRIS mengingat sebagian musuh yang mereka hadapi adalah para anggota RST ( Regiment Speciale Troepen), pasukan khusus RMS yang terdiri dari bekas pasukan komando militer Belanda (KST).








Pemberontakan PKI Madiun 1948

PERISTIWA MADIUN 18 Sept. 1948 ; Sesudah Pekan Olah Raga Nasional (PON) 1948 di Solo, kota Solo mengalami peristiwa yang kemudian ternyata suatu permulaan keributan besar “Pemberontakan PKI”. Dipimpin Muso dikota Madiun. Di zaman Revolusi memang kota Solo terkenal sebagai kota “ruwet”, walaupun tampaknya keluar saban malam pertunjukan Sriwedari dimana masyarakat penuh bergembira ria

Pemberontakan PKI G.30.S

GERAKAN 30 SEPTEMBER ;  dahulu juga disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI atau GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) atau GESTOK (Gerakan Satu Oktober – versi SUKARNO) adalah sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di saat TUJUH PERWIRA TINGGI MILITER INDONESIA beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha PERCOBAAN KUDETA yang kemudian dituduhkan kepada anggota PARTAI KOMUNIS INDONESIA.

Kafilah Haji Dunia Abad ke 13

Perjalanan dilakukan berkelompok, kala itu, jumlah jamaah haji sudah bisa mencapai puluhan ribu orang. Ketika itu, ada pemimpin pasukan yang bertugas menjaga keselamat an dan mengorganisir jamaah haji. Pemimpin pasukan itu dinamai Umara' al-Hajj yang bertugas tidak hanya melindungi jamaah, tapi juga harta dan suplai selama perjalanan.