Drs Suyadi atau lebih dikenal dengan nama Pak Raden, meninggal dunia dalam usia 82 tahun di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta Barat, hari Jumat (30/10/2015), pukul 22.20 WIB. Sebelum menghembuskan napas terakhir nya, kondisi kesehatan Pak Raden sempat menurun drastis sejak siang. Pria yang dikenal dengan blangkon dan kumis lebatnya itu mengalami infeksi pada paru kanan. Legenda tokoh antagonis dalam serial boneka Si Unyil selalu lekat dengan suara berat yang khas, kumis tebal, dan berkostum beskap Jawa. Meski serial Si Unyil telah tamat, tapi Pak Raden tetap melegenda hingga sekarang. Khususnya bagi mereka yang pernah menikmati serial Si Unyil yang rutin ditayangkan tiap Minggu pagi. Padahal, keseharian pria jebolan Seni Rupa ITB ini tak sekadar mengisi suara tokoh Pak Raden saja. Dia juga jago gambar. Bahkan mantan staf pengajar Seni Rupa ITB ini sempat merilis buku yang berisi coretan sketsanya saat menempuh pendidikan di Paris, Perancis. Sayang, di hari tuanya Pak Raden harus berjuang mengatasi kondisi ekonominya. Dia sempat memperjuangkan hak cipta Si Unyil yang dikuasai PFN (Pusat Film Negara). Perjuangannya mentok. Bahkan, untuk biaya berobat atas sakit yang dideritanya, Suyadi sempat sempat menawarkan lukisannya kepada Presiden Joko Widodo yang kala itu masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. "Kalau lukisan ini laku, saya gunakan untuk berobat kaki saya," kata Pak Raden. Pemakaman almarhum Suryadi di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10)
Kamis, 05 November 2015
Minggu, 25 Oktober 2015
Rabu, 21 Oktober 2015
Kisah Terbunuhnya MUSO
Alih-alih mereorganisasi perlawanan , kekuatan komunis yang dipimpin oleh Musso itu malah kocar-kacir. Untuk menghindari pengejaran tentara pemerintah, Musso sendiri memutuskan menghilang. Dan untuk beberapa minggu upayanya itu berhasil: tentara pemerintah tak bisa mengendus keberadaan agen komunis internasional tersebut. Hingga tibalah pada 31 Oktober 1948. Para petugas keamanan Desa Balong mencurigai seorang lelaki priyayi dalam penampilan sederhana tengah berjalan seorang diri.
Santai Prajurit Tempo Doeloe

![]() |
| Add caption |
|
|
Pemberontakan PKI Madiun 1948
Pemberontakan PKI G.30.S
GERAKAN 30 SEPTEMBER ; dahulu juga disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI atau GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) atau GESTOK (Gerakan Satu Oktober – versi SUKARNO) adalah sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di saat TUJUH PERWIRA TINGGI MILITER INDONESIA beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha PERCOBAAN KUDETA yang kemudian dituduhkan kepada anggota PARTAI KOMUNIS INDONESIA.Kafilah Haji Dunia Abad ke 13
Perjalanan dilakukan berkelompok, kala itu, jumlah jamaah haji sudah bisa mencapai puluhan ribu orang. Ketika itu, ada pemimpin pasukan yang bertugas menjaga keselamat an dan mengorganisir jamaah haji. Pemimpin pasukan itu dinamai Umara' al-Hajj yang bertugas tidak hanya melindungi jamaah, tapi juga harta dan suplai selama perjalanan.
Langganan:
Postingan (Atom)













